Lada Berau

Caption placed here

Project Info

Client New York Time
Skills Marketing

Project Description

Lada merupakan komoditas unggulan kabupaten Berau. Pada Tahun 2018 lada menjadi salah satu komoditas unggulan yang masuk ke dalam rencana pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PRUKADES) yang telah di tanda tangani MoU nya bersama dengan Kemendesa. Sahang biasa masyarakat Berau menyebutnya, merupakan komoditi yang pernah menempati masa jayanya sekitar 4 – 5 tahun ke belakang. Menurut data Dinas Perkebunan luas tanam komoditi lada pada tahun 2020tercatat 2.568,60 ha. Luasan tersebut terpantau terus tumbuh dari tahun 2017 sebesar 105,58%. Namun, luasan tersebut berbanding terbalik dengan merosotnya produksi tahun 2020 yang hanya sebesar 827 ton. Jumlah tersebut merosot 22,46% dari jumlah produksi lada pada tahun 2019. Penurunan tersebut disinyalir disebabkan dari menurunnya minat petani untuk budidaya lada, dimana selama 3 – 4 tahun terakhir harga lada terus mengalami penurunan, hingga pernah menyentuh harga 28.000 per kg. Menurut petani harga dibawah 40.000 per kg, tidak mampu untuk menutupi biaya operasional yang dikeluarkan oleh petani. Selain harga yang tidak stabil, pengaruh hama dan penyakit juga mempengaruhi hasil produksi lada Kabupaten Berau di tahun 2020. Penyakit utama yang menyerang komoditi lada yaitu Busuk Pangkal Batang. Banyak tanaman lada yang mati dikarenakan terserang penyakit tersebut.

belum lagi banyaknya kendala-kendala lainnya. petani memiliki banyak pilihan untuk menjual hasil panen ladanya kemanapun. Namun, dalam kasus khusus petani telah memiliki pinjam kepada salah satu agen, maka petani tidak lagi memiliki keluasaan untuk menjual hasil ladanya. Pada tingkat agen, selisih harga juga menjadi penentu petani akan menjual hasil panen ladanya kepada siapa. Para agen ini merupakan masyarakat yang memiliki kerjasama pembelian lada ke petani, dimana sumber modalnya berasal dari pemodal dan pengepul besar di Tanjung Redeb. Harga yang ditawarkan oleh agen tentunya telah ditetapkan batas maksimalnya oleh pemodal dan pengepul besar yang ada di Tanjung Redeb, sehingga para agen tidak mungkin memberikan harga lebih tinggi dari harga yang telah ditetapkan pemodal. Harga pasar komoditi lada ini hanya diketahui oleh
pemodal saja, selain itu permainan stok barang juga sangat mempengaruhi harga lada di tingkat petani. Sehingga salah satu petani yang kami temui membuat slogan “Apapun alasannya tetap petani yang sengsara”.

Program SIGAP Sejahtera melalui Bidang Pengembangan Ekonomi Kampung dan fokus pada pengembangan Prukades, melihat ada peluang dalam memperbaiki bisnis lada di Kabupaten Berau. Bekerjasama dengan dosen di Fakultas Pertanian UGM. Sekkab akan memperkenalkan tanaman malada/melada sebagai understem atau batang bawah sambungan tanaman lada. berdasarkan referensi yang kami dapatkan tanaman malada ini telah banyak dibudidayakan di berbagai daerah sebagai batang bawah tanaman lada. Tanaman melada ini membantu tanaman lada untuk dapat bertahan dari serangan hama dan penyakir Busuk Pangkal Batang, bahkan tanaman lada mampu ditanam pada lahan yang becek atau sering tergenang oleh air. Tahap percobaan tanaman melada ini rencananya akan dilakukan di Kampung Sukan Tengah, mengingat di Kampung Sukan Tengah ada petani percontohan dan petani sukses lada pada zamannya, yang saat ini Produk Olahan Lada UMKM Kampung Merancang Ilir Kabupaten Berau telah menjabat sebagai Kepala Kampung Sukan Tengah. Pada tahap percobaan ini akan diuji pengembangan sekitar 2.000 – 2.500 tanaman malada di Kampung Sukan Tengah.

 

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...