Kesejahteraan Kampung dan Warganya

Sebagai wakil negara, desa wajib melakukan pembangunan baik pembangunan fisik maupun pembanguan sumber daya manusia, sebagai upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Kemampuan desa untuk mengelola pembangunan lebih mandiri yang didukung oleh semua unsur dan sumber daya desa sengat penting bagi perbaikan kesejateraan masyarakat. Desa yang dapat menjalankan pengelolaan pembangunan secara mandiri harus mampu memperbaiki kebutuhan dasar warga, kebutuhan penghidupan, memperjuangkan hak warga dan menata kehidupan secara berkelanjutan.

Salah satu aspek kesejahteraan kampung dan warganya adalah dari tata Kelola ekonomi kampung, dengan mendorong gerak ekonomi desa melalu kewirausahaan desa, dimana kewirausahaan desa menjadi strategi dalam pengembangan dan pertumbuhan kesejahteraan. Salah satu bidang pendampingan dalam Program Sigap Sejahtera adalah Tata Kelola Ekonomi Kampung sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2018 tentang Pejuang Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan Menuju Masyarakat Sejahtera

Adapun dalam penguatan ekonomi kampung, Pejuang Sigap Sejahtera bertugas untuk melakukan pemetaan potensi ekonomi kampung, memfasilitasi pembentukan dan kelengkapan administrasi BUMK, melakukan monitoring perkembangan BUMK, peningkatan kapasitas pengurus BUMK, pembuatan rencana kerja pengembangan BUMK, memfasilitasi pelaporan keuangan dan mendorong kinerja BUMK menjadi profesional. Pengembangan ekonomi kampung melalui Program Pejuang Sigap Sejahtera diharapkan dapat memfasilitasi pemerintah kampung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat

Sejak Tahun 2019 – 2020 Pejuang SIGAP Sejahtera fokus kepada pembentukan, penguatan, penatausahaan dan pengembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Pencapaian yang membanggakan adalah berhasil menaikkan jumlah BUMK terbentuk, dari 73 BUMK yang terbentuk pada Tahun 2018 menjadi 95 BUMK pada akhir Tahun 2020 (Gambar 2). Selain itu per-September 2020 telah ada 23 BUMK yang mampu memberikan sumbangan Penghasilan Asli Kampung di Kabupaten Berau, dengan total sumbangan PAK sepanjang 2017 – 2020 sebesar Rp. 612.280.303.-

Selain pendampingan BUMK, Pejuang Sigap Sejahtera juga memfasilitasi penguatan UMKM, pengembangan produk unggulan kampung dan pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PRUKADES). Dalam pelaksanaan penguatan UMKM dan pengembangan produk unggulan kampung, Pejuang Sigap Sejahtera bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang bermitra dengan tim The Local Enablers (TLE) Sacita Muda Bandung. Kegiatan yang dilakukan meliputi pendampingan 19 produsen terpilih dari 131 daftar produk unggulan kampung yang telah didata. Pendampingan terdiri dari proses pemaparan materi “Design Thinking”, interview kelas hingga observasi langsung ke tempat produksi. Akhir dari pendampingan yang dilakukan adalah fasilitasi perbaikan desain dan bahan kemasan serta fasilitasi pemasaran dengan akses rumah pajang dan digital marketing. . Pendampingan yang telah dilakukan adalah fasilitasi baseline data Prukades untuk mengetahui wilayah sebaran potensi komoditi di kampung-kampung. Dengan baseline data yang baik, diharapkan tindak lanjut kegiatan yang tepat dapat direalisasikan.

Pengembangan PRUKADES Kakao dilaksanakan dengan pemberian bantuan berupa benih kakao ber-sertifikat dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember. Total bantuan sebanyak 111.000 benih kakao dan polibag telah di distribusikan kepada 17 kampung.

Pejuang Sigap Sejahtera membangkitkan Kembali GEMARI KAKAO. Yang mana kakao sendiri merupakan komoditi unggulan perkebunan Kabupaten Berau, namun ketidakpastian harga dan pasar saat itu, menimbulkan banyak petani yang hidupnya bergantung kepada tanaman kakao tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Hal tersebut mendorong petani untuk beralih kepada tanaman komoditi lain yang dianggap lebih menguntungkan. Kondisi tersebut mendorong Dinas Perkebunan Kabupaten Berau memasukkan perencanaan pengembangan melalui isu strategis “Hilirisasi Produk Turunan Komoditi Unggulan Perkebunan”. Guna mendukung program tersebut akan dilakukan kegiatan pembukaan pusat-pusat pengembangan komoditi unggulan, termasuk Komoditi Kakao. melalui inovasi program Gerakan Mengembangkan Agribisnis Kakao (GEMARI KAKAO) dalam rangka diversifikasi sumber pendapatan petani yang berbasis perkebunan.

Pada Tahun 2020, Dinas Perkebunan bekerjasama dengan mitra pembangunan Solidaridad Indonesia telah memfasilitasi PKK Kampung Tumbit Melayu untuk pembuatan cookies dengan bahan dasar dari kakao Kampung Tumbit Melayu sebagai oleh-oleh khas Berau. Selain itu, Tahun 2020 PT. Berau Coal melalui pabrik Berau Cocoa telah melakukan penjualan biji kakao untuk eksport ke pasar dunia, antarai lain Taiwan, Italia, Australia dan Philipina. Pada Tahun 2021 pabrik Berau Cocoa telah menerima pemesanan biji Kakao Berau fermentasi untuk di ekspor ke Jepang. Sedangkan untuk pasar dalam negeri, Berau Cocoa telah melakukan penjulan biji Kakao Berau fermentasi ke Bali, Jember, Makassar, dan Bogor Salah satu upaya yang dilakukan oleh YKAN untuk memperkenalkan Kakao Berau adalah dengan mengikutsertakan kakao dari Merasa dalam ajang pencarian kakao berkulitas bertajuk Cocoa of Excellence 2021. Dari 58 biji kakao seluruh Indonesia, biji Kakao Merasa masuk ke dalam delapan besar, sehingga Kakao Merasa mendapatkan kesempatan untuk bertanding di Cocoa of Excellence 2021 di Paris, Perancis. Puncaknya, pada Tanggal 10 Juni 2021, Berau melakukan ekspor kakao perdana ke Jerman. Sebanyak 200 kilogram kakao fermentasi dari Kampung Merasa akan dikirim ke perusahaan cokelat di Jerman, yakni Urwald Schojolade melalui Surabaya.

Pejuang Sigap Sejahtera juga melakukan Perbaikan Budidaya dan Pola Bisnis Lada. Komoditi Prukades yang juga menjadi unggulan Kabupaten Berau adalah Lada. Namun pada Tahun 2020 yang hanya sebesar 827 ton. Jumlah tersebut merosot 22,46% dari jumlah produksi lada pada Tahun 2019. Dinas Perkebunan telah melakukan tindakan preventif di Tahun 2020 dengan menjaga produksi lada tetap stabil di tengah rendanya harga jual komoditi di tingkat petani. Selain itu, juga memberikan bantuan pupuk dan obat-obatan guna menunjang kegiatan intensifikasi di daerah sentra pengembangan lada Kabupaten Berau. Pada Tahun 2020 Kabupaten Berau memperoleh bantuan dengan sumber dana APBN untuk kegiatan rehabilitasi lada di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur seluas 100 ha dengan jumlah anggaran Rp. 1.313.478.000

Program SIGAP Sejahtera yang melakukan pendampingan Prukades, melihat adanya peluang dalam perbaikan budidaya lada di Kabupaten Berau. Bekerjasama dengan Tim Dosen Fakultas Pertanian UGM, sekretariat kabupaten akan memperkenalkan Tanaman Malada sebagai batang bawah sambungan tanaman lada. Tanaman Malada telah banyak dibudidayakan di berbagai daerah sebagai batang bawah. Tanaman Malada mampu membantu tanaman lada untuk bertahan dari serangan hama dan penyakit Busuk Pangkal Batang, bahkan tanaman lada mampu ditanam pada lahan yang becek atau sering tergenang air.

Pusaka Agung Pertanian merupakan salah satu sektor yang potensial di Kabuapten Berau. Kontribusi PDRB sektor ini menempati posisi terbesar kedua setelah sektor pertambangan. Dalam sektor pertanian itu sendiri, sub sketor yang berkontribusi cukup besar adalah sub sektor tanaman pangan. Pada Tahun 2018, tanaman pangan yang memiliki produksi terbesar adalah Tanaman Jagung. Produksi jagung mencapai 66.081 ton, meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya 36.481 ton. Peningkatan tersebut akibat peningkatan luas panen sebesar 77,4 persen yakni 5.031,8 Ha pada Tahun 2017 menjadi 8.926,3 Ha pada Tahun 2018. Dinas pertanian berupaya melakukan peningkatkan produksi komoditi jagung agar mampu mencapai produksi 78.000 ton jagung pipil kering pada Tahun 2021.

Populasi ternak sapi potong di Kabupaten Berau terpantau mengalami peningkatan dari 14.485 ekor naik 105 persen menjadi 15.210 ekor pada Tahun 2020, walaupun terdapat penurun 30 ekor dibandingkan Tahun 2019. Hal ini lebih disebabkan oleh intervensi kegiatan yang bersifat bantuan fisik ternak, peningkatan pengetahuan peternak dalam pemeliharaan, penyediaan pakan dan penanggulangan penyakit ternak, serta diintensifkannya program Inseminasi Buatan (IB) dan masih banyak kendala kendala lainnya.

Merespon hal tersebut, Koordinator Bidang Tata Kelola Ekonomi Kampung Program Sigap Sejahtera telah melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah Kampung Tunggal Bumi, Kecamatan Talisayan. Program yang akan dilakukan berupa pembuatan demplot percontohan budidaya jagung yang intensif dan optimal serta pemanfaatan limbah jagung sebagai pakan ternak sapi. Sekaligus memberikan bimbingan teknis terkait ternak sapi yang intensif dan dapat memberikan kesejahteraan bagi peternak. Sebagai gambaran, jumlah peternak sapi di Kampung Tunggal Bumi berjumlah 228 orang, jumlah tersebut didukung adanya program pemerintah kampung untuk memberikan 1 ekor sapi kepada 1 kepala keluarga.

Pengembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Fasilitasi dan pendampingan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di Kabupaten Berau melalui Program SIGAP Sejahtera telah dilakukan sejak Tahun 2019. Pencapaian yang patut dibanggakan bersama adalah PSS mampu mendorong penambahan jumlah BUMK yang telah terbentuk. Hingga kini hanya tersisa 4 Kampung yang belum mendirikan BUMK. Pencapaian lainnya telah tercatat pada akhir Tahun 2020 telah ada 23 BUMK yang mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Kampung (PAK). Terdapat pula beberapa BUMK yang difasilitasi dan didampingi oleh Pejuang Sigap Sejahtera sejak awal bisnisnya, hingga saat ini mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satu BUMK tersebut adalah BUMK Kampung Labanan Makarti yang bergerak pada usaha peternakan ayam petelur. BUMK ini menorahkan prestasi yang baik dan membanggakan

 Namun demikian, perjalanan mewujudkan cita-cita tersebut masih cukup panjang. Karenanya, dalam pendampingan BUMK dibagi menjadi 3 klaster, yaitu:

1) Klaster Aktivasi. Klaster ini berisikan BUMK yang sedang mengalami permasalahan terkait tidak aktifnya kepengurusan BUMK sampai dengan adanya masalah internal yang menghambat berjalannya BUMK. Hasil evaluasi sementara ini terdapat 14 BUMK yang masuk dalam klaster ini.

2) Klaster prioritas. Klaster ini berisikan BUMK yang secara kelembagaan dapat dikatakan telah berjalan dan mampu untuk menjalankan bisnisnya. Hasil evaluasi sementara terdapat 12 BUMK yang masuk dalam klaster ini.

3) Klaster Unggul. Klaster Unggul mendapatkan kesempatan untuk menjadi BUMK inspiratif dan menjadi percontohan dalam hal pengelolaan BUMK karena telah mampu berjalan dengan mapan dan menghasilkan keuntungan dalam proses pengelolaannya dengan memaksimalkan potensi kampung yang dimiliki.

Hasil penilaian sementara terdapat 6 BUMK yang masuk dalam klaster ini. Berdasarkan pengelompokkan klaster tersebut, maka perlu adanya tindak lanjut berupa penguatan kapasitas Pejuang SIGAP Sejahtera dalam melakukan pendampingan BUMK. Terlebih lagi saat ini sudah diterapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa dan Permendes Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pendaftaran, Pendataan dan Pemeringkatan, Pembinaan dan Pengembangan, dan Pengadaan Barang dan/atau Jasa Badan Usaha Milik Desa/Badan Usaha Milik Desa Bersama, dimana di dalamnya perlu ada ketentuan yang segera dilaksanakan. Adapun beberapa peningkatan kapasitas Pejuang Sigap yang diperlukan dalam perannya memfasilitasi pelaksanaan regulasi tentang BUMK, antara lain:

1) Pelatihan manajemen kelembagaan dan organiasi BUMK;

2) Pelatihan perencanaan, penatausahaan dan pengembangan bisnis BUMK; dan

3) Pelatihan pelaporan keuangan BUMK

Suharyanto & Hastowijoyo, (2014) Pelembagaan BUM Desa, Yogyakarta : Forum Pengembangan Pembaharuan Desa,

Pejuang Sigap, 2021, Laporan Semester 1 Program Sigap Sejahtera Tahun 2021

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...