Single Blog Title

This is a single blog caption
11
Jul

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)

KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR

IPM merupakan suatu indikator yang diguanakan untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. IPM pertama kali diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah atau negara, yang dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak

Setelah sempat tertekan pada tahun 2020 karena pandemi COVID-19, IPM Indonesia tahun 2021 mulai mengalami perbaikan. IPM Indonesia pada tahun 2021 tumbuh sebesar 0,49 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 0,03 persen, tapi masih lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang tumbuh sebesar 0,74 persen. Perbaikan IPM Indonesia 2021 terutama didorong oleh peningkatan dimensi standar hidup layak yang diwakili oleh variabel pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan. Variabel ini pada tahun 2021 tumbuh positif 1,30 persen, setelah pada tahun sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 2,53 persen.

Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU), (Sumber: bps.go.id), begitupun bagi Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Batiwakkal â€“sebutan Berau-, mengalami kenaikan di bandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar 0,49 poin dari 74,72 pada tahun 2020 menjadi 75,20 pada tahun 2021. Menurut Lita Hakim, selaku Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, IPM Provinsi Kalimantan Timur pada tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Dengan 76,88, dibandingkan capaian tahun 2020 76,24 atau meningkat 0,64 poin. Adanya peningkatan IPM ini, disebabkan oleh peningkatan yang terjadi di semua komponen penyusunnya. Berbeda dengan kondisi pada tahun 2020, di mana pandemi Covid-19 telah menyebabkan kinerja pembangunan manusia di Berau, mengalami penurunan yang disebabkan oleh nilai pengeluaran per kapita yang disesuaikan menurun.

IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik dari indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan melakukan standardisasi dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks. Oleh karena itu, dari ketiga indeks tersebut dapat diperoleh satu angka indeks, yaitu IPM yang dapat memberikan gambaran umum, mengenai capaian pembangunan manusia dengan mempertimbangkan capaian kinerja setiap komponen. Adapun capaian pembangunan manusia di Berau, menduduki peringkat ke empat, dari 10 kabupaten dan kota di kaltim. https://berau.prokal.co/read/news/69794-ipm-di-berau-meningkat

Angka IPM di Kabupaten Berau cenderung membaik. Pembangunan Manusia di Berau sesungguhnya sudah menganut konsep Indeks Pembangunan Manusia yang dipublikasikan oleh UNDP yang tertuang pada Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) . Kenaikan IPM disebabkan adanya berbagai program pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota seperti program di bidang kesehatan, pendidikan maupun ekonomi dan peningkatan kualitas sarana prasarana masyarakat lainnya. https://jurnal.umberau.ac.id. By : Revi

Leave a Reply

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...