Single Blog Title

This is a single blog caption
20
Apr

Membangkitkan Kembali GEMARI KAKAO

Terjadi penurunan luas tanam Komoditi Kakao sejak Tahun 2017, terakhir pada Tahun 2020 hanya tersisa 1.235,1 Ha atau hanya tersisa 59,94% luasan dari luas tanam pada Tahun 2017. Hal ini berbanding terbalik dengan kenaikan jumlah produksi dari Tahun 2017 hingga Tahun 2020, dimana terjadi kenaikan sebesar 130.67% dari Tahun 2017. Kakao sendiri merupakan komoditi unggulan perkebunan Kabupaten Berau, namun ketidakpastian harga dan pasar saat itu, menimbulkan banyak petani yang hidupnya bergantung kepada tanaman kakao tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Hal tersebut mendorong petani untuk beralih kepada tanaman komoditi lain yang dianggap lebih menguntungkan. Kondisi tersebut mendorong Dinas Perkebunan Kabupaten Berau memasukkan perencanaan pengembangan melalui isu strategis “Hilirisasi Produk Turunan Komoditi Unggulan Perkebunan”.

Guna mendukung program tersebut akan dilakukan kegiatan pembukaan pusat-pusat pengembangan komoditi unggulan, termasuk Komoditi Kakao. Adapun upaya yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan dalam rangka peningkatan produksi sekaligus peningkatan luas tanam kakao adalah mendorong dan memotivasi petani untuk kembali mengembangkan Komoditi Kakao, melalui inovasi program Gerakan Mengembangkan Agribisnis Kakao (GEMARI KAKAO) dalam rangka diversifikasi sumber pendapatan petani yang berbasis perkebunan.

Pada Tahun 2020, Dinas Perkebunan bekerjasama dengan mitra pembangunan Solidaritas Indonesia telah memfasilitasi PKK Kampung Tumbit Melayu untuk pembuatan cookies dengan bahan dasar dari kakao Kampung Tumbit Melayu sebagai oleh-oleh khas Berau. Selain itu, Tahun 2020 PT. Berau Coal melalui pabrik Berau Cocoa telah melakukan penjualan biji kakao untuk eksport ke pasar dunia, antarai lain Taiwan, Italia, Australia dan Philipina. Pada Tahun 2021 pabrik Berau Cocoa telah menerima pemesanan biji Kakao Berau fermentasi untuk di ekspor ke Jepang. Sedangkan untuk pasar dalam negeri, Berau Cocoa telah melakukan penjulan biji Kakao Berau fermentasi ke Bali, Jember, Makassar, dan Bogor. Kendala saat ini pabrik Berau Cocoa belum mampu memenuhi kebutuhan pasar disebabkan baru menerima pembelian biji kakao basah dari petani di 18 kampung yang tersebar di wilayah Kecamatan Gunung Tabur, Teluk Bayur, Segah, Sambaliung dan Kelay. Hasil produksi petani mitra Berau Cocoa tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan pasar, bahkan belum mampu untuk memenuhi kebutuhan kapasitas produksi biji kakao kering milik pabrik PT. Berau Cocoa.

Pengembangan hilirisasi dan pemasaran kakao juga difasilitasi oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay. Berawal dari program perbaikan mutu dan kualitas hasil perkebunan kakao di Kampung Merasa, melalui program ICS (Internal Controle System). Pendampingan perbaikan mutu kakao ini dilakukan di enam kampung, antara lain Long Lanuk, Merasa, Muara Lesan, Lesan Dayak, Long Beliu dan Sido Bangen. Salah satu upaya yang dilakukan oleh YKAN untuk memperkenalkan Kakao Berau adalah dengan mengikutsertakan kakao dari Merasa dalam ajang pencarian kakao berkulitas bertajuk Cocoa of Excellence 2021. Dari 58 biji kakao seluruh Indonesia, biji Kakao Merasa masuk ke dalam delapan besar, sehingga Kakao Merasa mendapatkan kesempatan untuk bertanding di Cocoa of Excellence 2021 di Paris, Perancis. Puncaknya, pada Tanggal 10 Juni 2021, Berau melakukan ekspor kakao perdana ke Jerman. Sebanyak 200 kilogram kakao fermentasi dari Kampung Merasa akan dikirim ke perusahaan cokelat di Jerman, yakni Urwald Schojolade melalui Surabaya.

Tidak hanya berhenti disitu, YKAN terus melakukan pendampingan dengan menguatkan komunitas lokas serta mendampingi kelompok pengawas mutu kakao. Pendampingan hilirisasi juga dilakukan salah satunya dengan menggandeng perusahaan di Bali untuk membuatkan coklat batang khas Berau. Selain itu, YKAN juga memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan makanan olahan berbahan dasar kakao di Kampung Merasa. Gambar 11. Pembuatan Makanan Olahan Bahan Dasar Kakao Merasa Berdasarkan keputusan Bupati Berau No. 530 Tahun 2018 tentang Penunjukan Kawasan Pengembangan Agribisnis Kakao di Kabupaten Berau, telah ditetapkan potensi pengembangan luas tanam kakao seluas 7.050 Ha. Mempertimbangkan potensi tersebut, serta beberapa hasil kerja lembaga yang turut mengembangkan kakao, maka Program SIGAP Sejahtera juga berperan dalam beberapa program, antara lain: 1) Pendampingan produksi dan mutu hasil. Pendampingan ini dikhususkan pada penerima bantuan benih Tahun 2020. Pendampingan berupa teknis budidaya seperti pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit, penanganan pasca panen hingga hilirisasi produk olahan kakao. Petani penerima manfaat bantuan benih kakao di 17 kampung, secara bergilir diberikan pelatihan teknis budidaya dan pasca panen. 2) Pendampingan kelembagaan. Pendampingan yang dimaksud adalah mendorong BUMK atau kelompok tani untuk mampu menjalankan bisnis kakao dan mampu menularkan pengetahuan serta kemampuan dalam menjalan bisnis kakao.

Perkembangannya hingga saat ini terdapat beberapa kampung yang telah ditetapkan potensi pengembangan agribisnis kakao di Kabupaten Berau, yaitu Kampung Bena Baru, Kampung Tanjung Perangat, Kelurahan Gunung Tabur, Kampung Batu Rajang, Kampung Tepian Buah, Kampung Samburakat, Kampung Muara Lesan, Kampung Lesan Dayak, Kampung Sido Bangen, Kampung Long Beliu, Kampung Merabu, Kampung Long Duhung, Kampung Long Lamcin, Kampung Long Pelay dan Kampung Long Keluh. Berdasarkan data tersebut terdapat total 32 Kampung yang memiliki potensi untuk pengembangan kakao di Kabupaten Berau.

Bantaun 111.000 benih kakao yang diberikan sigap tahun 2020, pada pelaksanaannya terdapat 112.594 benih yang terbagi. Jumlah tambahan benih 1.594 merupakan bonus yang diberikan oleh ICCRI sebagai bentuk antisipasi kegagalan tanam. Berdasarkan pendataan terakhir yang dilakukan sampai dengan 31 Desember 2021, dari jumlah benih yang beredar, terdapat 92.044 benih yang berhasil tumbuh di persemaian atau sebesar 81,7% dari total benih beredar.

Sedangkan 20.550 (18%) benih gagal tumbuh di persemaian. Kegagalan tumbuh benih tumbuh disebabkan beberapa faktor, antara lain; Benih Terbalik, Terendam Banjir, Curah Hujan yang tinggi, Benih telat tanam (lewat dari tanggal kadaluarsa). Selain itu juga terdapat beberapa kendala yang menyebabkan beberapa kampung yang belum menaman benih kakao, antara lain: belum memiliki jalan yang layak untuk dilewati kendaraan, lahan belum siap tanam.

Menanggapi berbagai kendala yang dialami oleh petani, kami mengadakan Kegiatan pelatihan budidaya kakao dimulai dengan pemberian motivasi dan materi budidaya yang disampaikan oleh Dr. Arman Wijonarko selaku Ketua Program Sigap Sejahtera. Selanjutnya teknis pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) disampaikan pakar mikrobiologi Dr. Jaka Widada, beliau menyampaikan POC yang dikenalkan pada pelatihan tersebut telah dibuktikan melalui beberapa uji coba yang telah dilakukan Fakultas Pertanian dan Laporan Pelaksanaan telah terbukti mampu membantu pertumbuhan tanaman, serta mengurangi pemakaian pupuk kimia sampai dengan 50 persen.

Pelatihan tersebut diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada pembudidaya ikan darat, serta memberikan motivasi pengembangan budidaya ikan darat di Kabupaten Berau. Kegiatan pelatihan budidaya kakao ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan petani terhadap teknis budidaya kakao, serta petani mampu membuat pupuk secara mandiri, ditengah langkanya pupuk kimia bersubsidi. Yayasan Konservasi Alam Nusantara melalui program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, yang fokus pada kampung/masyarakat yang tinggal di dalam dan atau di sekitar hutan dan sedang pelasanaan perhutanan sosial, dilakukan program ICS (internal controlle System). Singkatnya, program ini memiliki tujuan agar kualitas hasil produksi komoditas masyarakat dapat dikendalikan, disepakati dan dilakukan pengawasan terhadap mutu komoditas. Komoditas yang sampai saat ini telah dilakukan pendampingan adalah karet, Kakao, Lada, Pala dan Aren

Sumber: Laporan PSS semester 1, Laporan Pelaksanaan Program Pejuang Sigap 2021

Leave a Reply

You are donating to : Greennature Foundation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
paypalstripe
Loading...